|
G erakan Pramuka Kwartir Daerah Aceh, akan mengadakan seleksi peserta 22th World Scout Jamboree (Jamboree Dunia) di Swedia Tahun 2011 yang dilaksanakan mulai tanggal 1 Oktober s/d 4 Oktober 2010 di Jantho, Aceh Besar. Peserta seleksi adalah Pramuka Golongan Penegak yang berumur antara 16 s/d 18 tahun utusan Kabupaten/Kota se Aceh. Setiap Kwarcab (Kabupaten/Kota) hanya diperkenankan mengirimkan utusan 4 orang, yang terdiri dari 2 putra dan 2 putri serta diwajibkan sudah melapor ke Kwarda Aceh tgl 1 Oktober 2010, Pukul 09.00 s/d 12.00.
Menurut Ketua Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Aceh Cut Bang Muhammad Nazar yang juga Wakil Gubernur Aceh, tujuan pengiriman Pramuka Aceh ke luar negeri, bukanlah untuk hura-hura dan jalan, akan tetapi agar pemuda/pemudi Aceh dapat meraih prestasi dan berdiri sama tegak dengan para pemuda/pemudi sedunia. Ini telah kita buktikan dalam dua kali pengiriman Kontingen Pramuka Aceh ke luar Negeri, yaitu ke Philipina tahun 2009 dan ke Korea Selatan beberapa bulan yang lalu. Prestasi yang diraih sangat membanggakan dan yang lebih penting, mereka dapat berdiskusi dengan para remaja dari Negara-negara lain sekaligus memperkenalkan Aceh, itu yang kita harapkan,lanjut Nazar.
Melengkapi penjelasan Muhammad Nazar, Wakil Ketua Gerakan Pramuka Aceh Cut Bang Ir. Djufri Effendi, M.Si mengatakan, Jamboree Dunia yang akan dilaksanakan di Kristianstad, Swedia pada tanggal 27 Juli s/d 7 Agustus 2011 adalah event terbesar kepramukaan dunia. Kegiatan yang dilaksanakan 4 tahun sekali ini akan diikuti oleh 32.000 lebih Pramuka sedunia yang kali ini dipusatkan di Swedia, setelah tahun 2007 dilaksanakan di Inggeris. Kontingen Pramuka Aceh memang harus dipersiapkan lebih awal, karena banyak persyaratan administrasi yang harus dipenuhi, dan yang paling pokok, nama-nama peserta sudah harus diterima oleh Pramuka Swedia paling lambat pada bulan Desember 2010 ditambah lagi ada dua kali proses wawancara di Kedutaan Besar Swedia Jakarta.
Secara lebih teknis, Ketua Panitia Seleksi Dedi Rismaldi yang didampingi Ketua Tim Juri, Dra. Hj. Uswatun Hasanah menjelaskan, materi seleksi meliputi, test kemampuan Bahasa Inggeris, ini harus lancer, kemampuan teknik kepramukaan, penguasaan budaya Aceh, fisik dan kesehatan. Untuk kali ini, hasil test kesehatan akan menentukan, seorang peserta dapat lolos atau tidak. Kita tidak ingin peserta kita bermasalah dalam hal kesehatan, sehingga diharapkan Kabupaten/Kota tidak mengirimkan calon peserta yang kondisi kesehatannya kurang memungkinkan. Satu lagi yang diharapkan, agar Kwarcab juga tidak mengirimkan calon peserta yang dari segi kemampuan penguasaan bahasa inggerisnya tidak memenuhi persyaratan. Perlu juga diketahui bahwa, tidak ada jatah-jatahan dalam seleksi ini, bisa saja ada Kwarcab yang seluruh utusannya lolos, dan sebaliknya, bisa saja ada Kwarcab yang tidak dapat meloloskan satupun. Semua hasil seleksi akan kita ranking, dan yang dikirimkan ke Swedia adalah 9 terbaik putra dan 9 terbaik putri.(dea)
Informasi Terkait:
Situs Scout = http://scout.org
Situs Resmi World Scout Jambore : http://www.worldscoutjamboree.se/ |