| Gejala Kecanduan Dan Ketagihan Narkoba |
|
|
|
| Written by rhyan |
| Saturday, 10 December 2011 18:17 |
|
Narkoba adalah alat pembunuh missal saat ini.Nah jadi kita harus tau bagaimana cara narkoba akan membunuh para penggunanya. Berikut Gejala-gejala para pecandu,dan mungkin mengetahui disekitar kita terdapat Pecandu mungkin bisa melaporkan kepada Pihak terkait seperti Polisi,BNP,BNK atau pihak Seperti Ulama untuk dilakukan upaya lebih lanjut mungkin rehabilitasi. Tidak gampang mengetahui apakah seseorang mulai memakai Narkoba atau tidak. Biasanya, pemakai akan berusaha semaksimal mungkin menyembunyikan perubahan yang terjadi pada tubuhnya. Terutama, ketika berhadapan dengan orang tua atau keluarga. Menurut beberapa pecandu berat, mereka akan bertingkah laku sangat “bersih” dan “rapi” sehingga gejala-gejala ketagihan bisa disembunyikan. Tapi, itu tidak bisa bertahan lama. Diprediksi dalam jangka waktu enam bulan, gejala-gejala sebenarnya akan terlihat jelas.Gejala Kecanduan Psikiater Prof. DR. Dadang Hawari, yang mendalami persoalan zat adiktif, menuturkan, gejala-gejala yang harus diwaspadai dari seorang pecandu/pemakai zat adiktif, yaitu: Tubuh makin kurus. § Sulit sekali diajak makan, karena perut terasa sakit. Kalaupun dipaksakan, kemungkinan besar akan dimuntahkan kembali. § Muncul kebiasaan-kebiasaan yang tidak konsisten. Beberapa sikap itu, antara lain tidur sampai siang dan bangun dalam keadaan segar. Sedangkan keesokan harinya, orang itu kelihatan sangat gelisah. Biasanya, bila malam hari sebelum tidur memakai putauw, ia bisa nyenyak sampai keesokan harinya. Sebaliknya, bila malam hari tidak memakai, keesokan harinya ia akan bangun pagi-pagi sekali. Tak hanya itu, yang dipikirkan adalah bagaimana cara mendapatkan putauw sebagai pemenuhan tuntutan tubuh.
Gejala Ketagihan Ketika seorang pecandu kekurangan dosis Narkoba, muncul gangguan-gangguan secara fisik dan kejiwaan. Adapun gangguan tersebut meliputi:
Jika itu menjadi ciri atau muncul sebagai gejala pada orang-orang yang Anda cintai, perhatikan mereka untuk kemudian segera melakukan langkah-langkah. Adapun upaya kuratif yang dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu : 1. Terapi Rehabilitasi; berbentuk program untuk memulihkan atau menormalkan kembali perilaku para korban/pecandu narkoba. Dalam upaya ini, seluruh anggota keluarga korban memegang peranan yang sangat penting, oleh karenanya diharapkan turut berperan. Tritmen ini meliputi baik terapi tingkah laku (konseling, terapi kognitif, terapi sosial), terapi medis, terapi keagamaan atau kombinasi dari semua terapi. 2. Refresif; berbentuk tindakan hukum secara tegas. Terutama terhadap setiap pelaku penyalahgunaan atau peredaran gelap narkoba wajib dilaporkan ke aparat penegak hokum JAdi udah tau khan….nah apalagii “say no to drugs” harus dari sekarang untuk TIDAK PADA NARKOBA
Sumber : BNN |

























